Rabu, 23 Desember 2015

KISAH MENAKUTKAN

Malam itu hujan turun deras
sekali.
David baru saja pulang
mengunjungi temannya yang
sakit di kota seberang.
Angin bertiup kencang dan
udara terasa dingin menusuk
tulang.
Sudah sejam dia berdiri di
halte bus tapi tidak tampak
satu kendaraan pun yang lewat.
Rute jalan ini memang terkenal
sepi.
Hanya beberapa orang saja
yang berani melewatinya.
Di ujung jalan itu, tepat di
bawah kaki perbukitan cadas,
ada sebuah tikungan gelap yang
membuat semua orang takut
melewati jalur itu.
Konon katanya tikungan itu
berhantu.
Desas-desus ini sudah bermula
dari beberapa puluh tahun yang
lalu saat kecelakaan sering
terjadi. Tikungan itu sudah
memakan banyak korban jiwa.
Jalur di tikungan tajam itu agak
menyempit sehingga
membahayakan bagi orang-orang
yang melaju dengan kecepatan
tinggi.
Menurut penduduk lokal, arwah-
arwah penasaran orang-orang
yang tewas disitu masih
menghantui tikungan itu dan
daerah sekitarnya.
David bergidik ngeri. Dia bukan
orang yang penakut. Tapi
melihat kondisi cuaca seperti ini
mau tidak mau dia merasa
gentar juga.
Dia sudah sering mendengar
cerita-cerita menyeramkan
mengenai tikungan itu.
Tapi dia tidak pernah
menyangka bahwa dia sendiri
akan mengalami sesuatu
peristiwa yang tidak akan
pernah dilupakannya disitu.
Jam hampir menunjukkan pukul
dua pagi.
Hujan semakin deras.
David memandang sekeliling
jalan yang sepi.
Tirai hujan yang tebal
membatasi jarak pandangnya.
Sekitar dua kilometer dari situ,
ada sebuah kota kecil yang
lumayan ramai.
David berpikir.
Mungkin kalau aku berjalan
kesana, aku akan mendapat
tumpangan.
Dengan enggan dia lalu berjalan
meninggalkan halte yang kosong
itu.
Dera hujan yang dingin langsung
menyambutnya.
Kabut tebal turun dari atas
perbukitan dan menyelubungi
seluruh jalan.
Semoga ada mobil yang lewat
dan aku bisa sampai ke kota
itu, pikir David.
Dia merinding saat tikungan itu
semakin dekat.
Tidak ada hantu. Tidak ada
hantu, katanya berulang-ulang
pada dirinya sendiri.
Tidak beberapa lama kemudian
tikungan gelap itu tampak
dihadapannya.
Tubuhnya semakin bergetar
hebat.
Tidak peduli betapa dia
berusaha untuk tidak ketakutan,
tapi jantungnya berdebar-debar
semakin keras.
Kata orang-orang tikungan itu
berhantu.
Mereka sering melihat
penampakkan arwah-arwah orang
mati disitu.
Bergentayangan dalam gelap.
Menghantui orang-orang yang
berani lewat disitu di malam
hari.
Saat itu David merasa melihat
cahaya samar menembus kabut
dengan lemah dari belakang.
Dia menoleh dan melihat siluet
samar sebuah mobil yang
bergerak pelan ditengah hujan
ke arahnya.
Ah, akhirnya, pikir David senang.
Aku mendapat tumpangan juga.
Dia berhenti berjalan dan
melambai-lambaikan tangannya
ke arah mobil itu.
Kabut dan tirai hujan yang
tebal membuatnya mengalami
sedikit kesulitan untuk dilihat.
''Hai.... Halo... Disini... Boleh
aku ikut menumpang mobil
anda'' teriak David.
Tapi suara gemuruh hujan
menenggelamkan suaranya.
Saat mobil itu semakin dekat,
David yang sudah kedinginan
dan ketakutan langsung berlari
pelan kearahnya.
Mobil itu melambat sedikit.
David berpikir ini adalah tanda
kalau dia diizinkan naik.
Dia lalu membuka pintu mobil
itu lalu masuk dan duduk di jok
belakang.
Dengan napas terengah-engah
dan tubuh kedinginan David
menarik napas dalam-dalam
sambil memejamkan mata.
Oh syukurlah, pikirnya.
Entah apa yang akan terjadi
padanya kalau tak seorangpun
yang datang.
Mobil itu kembali bergerak.
David membuka mata bermaksud
untuk menyapa penyelamatnya.
''Terima kasih, tuan. Saya
memang butuh tumpangan ke
kota. Saya ta-''
suaranya terputus.
Dia terbelalak ngeri saat melihat
ke kursi pengemudi di jok
depan.
Kosong.
Tidak ada siapa-siapa disitu.
Napas David tercekat
ditenggorokan.
Dia langsung merapat dengan
erat ditempatnya.
Tidak ada seorangpun yang
mengemudikan mobil itu.
Mobil itu berjalan sendiri.
Seluruh tubuhnya bergetar
hebat.
Bibirnya gemetaran.
Ada kekuatan tidak tampak
yang menggerakkan atau
membawa mobil ini.
Hantu? Pikir David ngeri.
Dia ingin berlari keluar dari
mobil itu.
Tapi tubuhnya seakan-akan
terpaku ditempat.
Ketakutan hebat melandanya.
Melumpuhkannya. Membuatnya
tidak bisa bergerak.
Oh Tuhan... Oh Tuhan, pikir
David ngeri.
Tiba-tiba tampak sebuah tangan
di kaca jendela belakang mobil
itu. Tepat di sampingnya.
Dia terkesiap.
Dua buah tangan tampak
menempel erat di kedua jendela
mobil itu.
Lalu mobil itu bergerak semakin
cepat.
Oh Tuhan, pikir David.
Sekarang dia mengerti.
Rupanya tangan-tangan hantu
itulah yang membuat mobil itu
bergerak.
Secepat kilat David membuka
pintu mobil itu.
Dia lalu melompat keluar dan
berlari terbirit-birit menembus
hujan dan kabut.
Dia bisa mendengar suara
teriakan dan geraman
dibelakangnya.
Tolong aku.... Oh Tuhan...
Tolong aku, David berdoa dalam
hatinya sementara dia berlari
sekencang-kencangnya.
Dia tidak berhenti berlari sampai
kota berikutnya tampak
dihadapannya.
Aku baru saja menumpangi
mobil orang mati.
Aku hampir saja mati.
Pikiran-pikiran menyeramkan
berputar-putar di kepalanya.
Saat dia memasuki kota dia
lalu memperlambat larinya.
Dengan napas terengah-engah
dia melangkah masuk ke sebuah
bar yang tampak ramai di ujung
jalan.
Semua orang langsung
menatapnya saat dia masuk.
David tidak peduli.
Yang penting dia selamat.
Dia berjalan ke meja bartender
lalu memesan segelas bir.
''Anda baik-baik saja???? Wajah
anda pucat sekali'' tanya si
bartender sambil menuangkan
bir ke gelas David.
''Anda pasti tidak akan percaya
pada apa yang baru saja terjadi
pada saya'' seru David dengan
napas terengah-engah.
Dia lalu menceritakan kejadian
menyeramkan di tikungan tadi.
Si bartender tampak merinding
mendengar kata-kata David.
''Tikungan itu memang berhantu.
Anda beruntung bisa selamat''
katanya sambil menuangkan bir
lagi ke gelas David.
Saat itu tiba-tiba dua orang
pria bertubuh besar masuk ke
dalam bar.
Mereka tampak basah kuyup
dan lelah.
Mereka memandang sekeliling
dan saat melihat David salah
satu dari mereka langsung
menggeram kesal.
''Ayah itu dia pria tadi!!!!''
teriaknya marah, telunjuknya
tertuju ke wajah David.
''Itu dia pria kurang ajar yang
berani masuk ke dalam mobil
mogok kita saat kita sedang
mendorongnya di tengah
hujan!!!!''

Tidak ada komentar:

Posting Komentar