Kamis, 17 September 2015

Tete & tukang obat

Renungan siang,menghilangkan dosa sepersepuluh persen dr total dosa kita N menambah dosa 99,9 persen

Seorang pemuda kampung berinitial OPa tete  datang ke Toko Obat.
OT: "Pak, beli kondom satu donk, ntar malam mau makan malam nih sama pacar."
PEMILIK TOKO OBAT: "Lho.. apa hubungannya makan malam dgn kondom?"
OT: "Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya. cihuuuyyy...."

Baru beberapa langkah hendak keluar toko, dia kembali masuk toko.

OT: "Saya beli satu lagi donk pak."
PEMILIK TOKO OBAT: "Banyak amat mas."
OT : "Adik pacar saya juga cantik pak, agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir sama saya."

Setelah sampai di pintu Opa Tete kembali masuk & beli kondom satu lagi.

PEMILIK TOKO OBAT, "Έ busyettt dah...masih kurang mas?
OT: "Begini pak, ibunya juga tak kalah seksi & cantik. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk....beuhhhhh di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki...pokoknya Mmmhhhhh manteppp."

Dgn berbekal tiga kondom, Opa tete datang ke rumah pacarnya sambil tak putus2 bersiul.
Sajianpun sdh siap.
Pacar Opa tete, adik & ibunya sdh menunggu.
Opa tetepun langsung bergabung.
Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Opa tete  langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-2 (saking khusyuk-nya opa tete ja tambah tatunduk). Yg lain pun ikut menundukkan kepala, beberapa menit kemudian, Opa tete  makin khusyuk berdoa. Opa tete ja  terus komat-kamit mirip dukun (berdo'a sebelum makan mungkin he... he... he).

Beberapa menit setelah itu, pacarnya menyenggol kaki Opa tete dan berbisik," Aku baru tahu kamu ternyata sangat religius".

Sambil terus menunduk, Opa tete ja macam mau ramas japu batang leher sendiri,ja  menjawab dgn suara hampir menangis, "Aku juga baru tahu kalau Ayah kamu ternyata.... pemilik toko obat"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar